BKD Pahami UU-ASN Via Game-Kuis

Rancangan Undang-Undang Aparatur  Sipil  Negara (RUU-ASN) disetujui oleh DPR tanggal 19 Desember 2013 dan akhirnya ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tanggal 14 Januari 2014. Undang-Undang (UU) tersebut memang telah ditunggu-tunggu dan telah ramai diperbincangkan di kalangan pegawai  dalam  dua tahun terakhir. Perbincangannya terutama mengerucut pada bahasan status, kedudukan dan Batas Usia Pensiun pegawai.  Namun sejatinya, tidak hanya tiga hal tersebut yang menarik dari pengganti UU Nomor 43 Tahun 1999 tersebut. Ada banyak hal baru yang penting untuk diketahui  dan direspon secara positif, khususnya terkait  “ruh atau semangat perubahan”-nya.

 

Menyambut berlakunya UU ASN tersebut dan dalam rangka bersama-sama memahaminya lebih dini, BKD  mengadakan  Game/Kuis seputar UU-ASN  bagi seluruh jajaran personil BKD. Acara digelar pada hari Jum’at pagi tanggal 24 Januari 2014 (setelah Kridha Olah Raga—SKJ dan gowes bersama—) bertempat di Ruang Pertemuan BKD Kabupaten Lamongan Jl. K.H. A Dahlan No. 1 Lamongan. Kegiatan ini sebenarnya merupakan lanjutan/rangkaian acara Rapat Kerja dan Teamwork Learning dalam rangka Sosialisasi UU-ASN yang dilaksanakan sebelumnya tanggal 12-13 Januari 2014 di Ubaya Training Center (UTC), Trawas, Mojokerto. 

Kegiatan diawali dengan laporan oleh Sekretaris BKD Kabupaten Lamongan (DR. Mugito, MM), selaku Ketua Panitia. Dalam laporannya, Sekretaris BKD menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk makin menguatkan  komitmen kinerja dan meningkatkan pemahaman bersama tentang UU-ASN secara lebih dini bagi para personil BKD. Hal ini penting mengingat BKD adalah leading sector  pengelolaan dan pelayanan administrasi kepegawaian. “Saya yakin, akan banyak pegawai yang berkonsultasi atau bertanya kepada kita tentang UU-ASN. Jadi, kita semua, para pegawai di BKD, dituntut untuk tahu lebih dulu dan lebih menyeluruh tentang UU baru ini”, kata  doktor administrasi negara alumnus Universitas Brawijaya ini.

Lalu, acara dilanjutkan dengan paparan berisi   filosofi dan semangat yang mendasari di tetapkannya UU-ASN. Bahan paparan disarikan dari hasil mengikuti Rapat Sosialisasi UU-ASN di Propinsi Jawa Timur yang diikuti oleh Kepala BKD (bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan). Paparan disampaikan secara singkat namun jelas dan mengena, oleh Kasubbid Dokumentasi dan Informasi Pegawai Noman Kresna M. S., SSTP.,M.Si).  Pada pokoknya, UU-ASN dibuat dengan semangat perubahan untuk meningkatkan kualitas kinerja dan efektivitas layanan birokrasi. 

 

 

Setelah paparan, kegiatan diteruskan  dengan Game atau Kuis ala Cerdas-Cermat seputar UU-ASN. Para personil BKD dibagi menjadi 4 kelompok dan tiap kelompok beranggotakan 9-10 orang. Kelompok I dikomandani oleh Rusydi, SH.MH (Kasubbid Mutasi I) dengan anggota 9 orang. Kelompok II dipimpin oleh Arief Fakhruddin, SSTP., MAP (Kasubbid Mutasi II), juga memiliki anggota 9 orang. Kelompok III, yang juga beranggotakan  9 orang  diketuai oleh Agus Suprapto, S.Sos. (Kasubbag Keuangan dan Perlengkapan) dan terakhir, Kelompok IV dengan jumlah anggota 10 orang, “dipandegani” oleh Noman Kresna M. S., SSTP., M.Si. (Kasubbid Dokumentasi dan Informasi).  Teknis pelaksanaan kuis  dipandu bertiga oleh Hariyanto, S.Pd. M.IP., Johny I. Firmansyah, SSTP., M.Si dan Abdul Awi, S.Sos. Adapun Kepala BKD, Sekretaris BKD dan para Kepala Bidang  hadir dan menjadi  “promotor”  sekaligus penyemangat seluruh peserta.

Saat kuis hendak dimulai, tiap kelompok diberi identitas berupa kain syal  dengan warna berbeda (hijau pupus, kuning cerah, biru muda dan pink/merah muda), yang menjadikannya terlihat kompak dan indah saat meneriakkan yel-yel kelompoknya. Sebagai acara utama kuis, tiap kelompok  diberi pertanyaan seputar UU-ASN.  Pertanyaan dibagi dalam  dua sesi, yaitu sesi I  berisi  pertanyaan paket untuk tiap kelompok dan Sesi II berupa pertanyaan rebutan. Pertanyaan untuk tiap sesi tersebut juga dibuat dalam  beragam tipe dan tingkat kesulitan. Mulai dari sekedar menjawab  benar atau salah, memilih jawaban pilihan ganda (multiple choice) sampai mengisi, menyebutkan dan menjelaskan ketentuan isi pasal.

Materi  pertanyaan mencakup ketentuan-ketentuan yang ada dalam UU-ASN, mulai bab atau pasal-pasal  awal sampai akhir, bahkan sampai bagian aturan peralihan dan penjelasan pasal. Rangkaian pertanyaaan seputar UU-ASN tersebut , antara lain pertanyaan-pertanyaan tentang :

1).       Asas, Prinsip, Nilai Dasar, Kode Etik dan Kode Perilaku ASN;

2).       Jenis, Status, dan Kedudukan ASN (PNS dan PPPK)—;

3).       Fungsi, Tugas, Dan Peran ASN;

4).       Jabatan-jabatan dalam  ASN;

5).       Hak dan Kewajiban ASN;

6).       Kelembagaan dalam UU-ASN;

7).       Manajemen ASN (Pengadaan, Pembinaan, Pengembangan karier, pemberhentian, BUP, dsb);

8).       Pegawai ASN yang menjadi Pejabat Negara;

9).       Organisasi ASN;

10).    Sistem Informasi ASN;

11).    Penyelesaian Sengketa ASN; dan beberapa ketentuan lainnya.

 

 

Acara kuis berlangsung akrab, kompak, meriah dan juga disertai gelak tawa, terutama ketika salah satu kelompok  menjawab pertanyaan dengan terbata-bata, atau saat anggota kelompok memiliki jawaban berbeda. Alhasil, beberapa pertanyaan jawabannya tidak mengena dan salah. Meskipun disertai gelak tawa,  nuansa  kompetisi dalam kuis UU-ASN tersebut tetap tampak ada. Hal itu dapat dilihat dari antusiasme peserta untuk menjawab pertanyaan yang diberikan, terutama saat sesi pertanyaan rebutan.  Termasuk, ketika Kepala BKD (Bambang Kustiono, SH.MM), memberikan 2 bonus pertanyaan rebutan dan  hadiah langsung berupa uang tunai untuk kelompok yang menjawab secara benar. Keempat kelompok berebut mengangkat tangan dan berdiri untuk menjawab.  Untuk pertanyaan bonus pertama, perwakilan Kelompok I terlebih dahulu mengangkat tangan.  Namun, jawaban atas pertanyaan yang diberikan, tentang jabatan apa saja yang termasuk dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dalam UU-ASN,  ternyata kurang lengkap sehingga dinilai salah dan terpaksa harus dikurangi nilainya. Baru pada pertanyaan bonus berikutnya, Kelompok II mengangkat tangan lebih dulu dan berhasil menjawab pertanyaan  tentang  sebab/alasan  pegawai ASN dapat diberhentikan. Pertanyaan dapat dijawab dengan dengan benar sehingga  Kelompok II mendapat  hadiah/bonus langsung berupa    uang tunai dari Kepala BKD.

 

 

Acara kuis UU-ASN hari Jum’at itu benar-benar berlangsung meriah. Saking meriahnya, tak terasa acara telah berjalan lebih dari satu jam  lamanya. Mengingat hari Jum’at adalah hari kerja dan pelayanan kepegawaian harus tetap jalan, maka acara harus disudahi meski sebagian besar peserta belum puas dan serangkaian pertanyaan yang telah disiapkan panitia  juga belum seluruhnya disampaikan, termasuk pertanyaan  yang telah  disiapkan  khusus  oleh  Kasubbid  Pengadaan  dan  Pemberhentian Pegawai (Johny Indrianto F, SSTP., M.Si) perihal Batas Usia Pensiun sesuai Surat Edaran terbaru dari Kepala BKN tertanggal 17 Januari 2014.

Setelah dihitung di akhir acara, Kelompok I berhasil meraih skor tertinggi dan dinyatakan sebagai pemenang pertama. Untuk pemenang ke-2,   ternyata terdapat dua kelompok yang meraih nilai atau skor sama (yaitu Kelompok II dan Kelompok IV). Untuk menentukan pemenang ke-2 tersebut, panitia mengundang Sekretaris BKD (DR. Mugito, MM), untuk memberi pertanyaan rebutan tambahan. Pertanyaan tambahan pertama disampaikan, namun tak ada yang berhasil menjawabnya. Pertanyaannya berbunyi : “Berapa jumlah ayat yang ada dalam UU-ASN?”.  Pertanyaan yang tak terduga. Panitia pun baru sempat mengetahui/menghitung jumlah pasal yang ada, belum jumlah ayatnya, hee3x).  Baru pada pertanyaan tambahan kedua tentang proses mutasi PNS Kabupaten/Kota ke Intansi pusat menurut UU-ASN, Kelompok II dapat menjelaskan dengan baik sehingga dinyatakan sebagai pemenang ke-2. Lalu, disusul Kelompok IV sebagai pemenang ke-3 dan Kelompok III menduduki urutan ke-4.

 

Dimintai komentarnya tentang acara kuis UU-ASN tersebut usai acara, Kepala BKD Kabupaten Lamongan (Bambang Kustiono, SH. MM) mengatakan bahwa acara tersebut sangat bagus, terutama konsep untuk bersama-sama memahami UU-ASN melalui kuis. Dengan dikemas dalam bentuk kuis (tidak hanya berupa paparan atau presentasi), acara menjadi lebih hidup dan menarik. Peserta juga lebih riang dan enjoy.  Bukan masalah menang-kalah atau menjadi pemenang ke berapa dalam kuis tersebut. Tapi, yang lebih penting adalah semua peserta akhirnya menjadi tahu dan lebih paham tentang UU-ASN melalui jawaban-jawaban pertanyaan kuis, meski awalnya jawaban mereka salah. ”Saya juga mengapresiasi positif semangat teman-teman (personil BKD) dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti kuis, yang saya dengar, katanya sampai tidak tidur karena lembur baca UU-ASN”, imbuh orang nomor satu di BKD tersebut sambil tersenyum.

 

Memungkasi acara, segenap peserta dan panitia berdendang dan berjoget mengikuti alunan sebuah lagu.  Semua riang. Semua enjoy. Semua menjadi lebih paham dan siap melaksanakan UU-ASN. Semuanya, dengan bersemangat, meneriakkan yel  “BKD :  Maju – Kompak  –  Sukses,  Yes - Yes – Yes”. 

(—penarasi : Hariyanto—).

Last modified onKamis, 25 Juni 2015 09:46

Link Terkait