ENERGI DAHSYAT #1: STAY HUNGRY, STAY FOOLISH !!!

Beberapa hari yang lalu kita telah melewati pergantian tahun 2015 ke tahun 2016. Ada yang menutup tahun dengan tulisan tinta emas prestasi dan pencapaian hidup yang tinggi, namun ada pula yang terjerembab dalam catatan tinta hitam kegagalan dan keputusasaan. Hal yang tidak pantas tentunya, karena mindset positif mengatakan bahwa pada dasarnya tidak ada kegagalan, yang ada adalah bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

Mindset negatif-lah yang menggiring pikiran kita kepada pikiran negatif kegagalan dan keputusasaan. Dalam artikel ini, penulis tidak akan membahas perbedaan kedua kutub mindset tersebut. Namun, penulis akan sedikit membagi cerita sebagai modal semangat di awal tahun 2016, guna mendulang kesuksesan dan keberhasilan di sepanjang tahun ini. Cerita tersebut adalah “Stay Hungry, Stay Foolish!” (Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh!), sebuah motivasi yang diberikan oleh Steve Jobs, pendiri perusahaan komputer terkemuka Apple Computer.

Stay Hungry, Stay Foolish!” (Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh!), merupakan inti pidato singkat Steve Jobs dalam sebuah acara wisuda Stanford University Amerika Serikat pada tahun 2005. Pidato berdurasi 15 menit tersebut terbilang cukup singkat, namun kaya akan makna dan pelajaran. Inti cerita terdiri atas 3 hal, yaitu Connecting The Dots (Menghubungkan titik kehidupan); Love and Loss (Cinta dan Kehilangan); dan The Death (Kematian). Ketiga inti cerita itulah yang menggiring pada satu kesimpulan: Stay Hungry, Stay Foolish!” (Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh!).

Connecting The Dots (Menghubungkan titik kehidupan)

Cerita ini berawal dari pengalaman pribadi Steve Jobs yang lahir dari seorang Ibu yang bukan lulusan kuliah. Ibunya menghendaki agar Steve kecil diadopsi oleh orang tua yang lulusan kuliah, dengan harapan agar ketika dewasa nantinya anaknya mengenyam bangku perkuliahan. Pilihan ibunya jatuh pada seorang pengacara dan isterinya yang kemudian mengadopsi Steve Jobs. Walaupun di kemudian hari didapati bahwa ternyata orang tua angkatnya ternyata bukan lulusan kuliah, namun orang tua angkatnya berjanji akan mengkuliahkan Steve Jobs pada universitas ternama sampai lulus nantinya.

Waktu pun berjalan, Steve kecil tumbuh dewasa dan masuk ke bangku perkuliahan. Pada usia 17 tahun Steve masuk kuliah di Stanford University, California Amerika Serikat. Semua berjalan dengan lancar sampai dengan 8 bulan, dan pada saat itu Steve mulai bosan tidak menemukan apa yang dia sebenarnya ingin dapatkan melalui kuliah. Akhirnya dia memutuskan drop out, keluar dari perkuliahan. Steve pun harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Satu titik emas dalam hidupnya dimulai ketika dia memutuskan untuk mengikuti kelas kaligrafi bersama Reed College, belajar tentang berbagai tipe huruf, seperti serrif dan sain serrif, serta pengaturan spasi antar huruf untuk mendapatkan tipe huruf yang proporsional dan indah.

Keputusan tersebut seakan pahit bagi Steve, tidak dapat mewujudkan cita-cita ibu kandungnya yang ingin Steve lulus kuliah dan memiliki masa depan yang cerah. Harapan yang sangat ingin diwujudkan sampai merelakan Steve diadopsi oleh keluarga terpandang dan berpendidikan. Secara nalar, masa depan Steve pun seakan tergambar suram dengan gagalnya dia melanjutkan kuliah. Namun demikian, titik emas yang ditulis pun bersambung dengan titik emas yang lain. Keputusan Steve untuk mengikuti kelas kaligrafi bersama Reed College ketika dia putus kuliah pun berbuah manis. Tepatnya ketika dia bersama dengan Steve Wozniak bersama-sama mendirikan perusahaan Apple Computer. Keahlian Steve Jobs dalam mengkreasi tipe huruf yang didapatnya dalam kelas kaligrafi yang diikutinya dulu, sangat bermanfaat dalam Operating System (OS) Apple Macintosh. Aplikasi tersebut dikenal memiliki tipe huruf yang sangat indah dan artistik, dan bahkan menjadi referensi Windows selaku pesaing di dunia teknologi informasi.

Satu penggalan nasehatnya, “... You can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backward. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something — your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life (Kamu tidak dapat menghubungkan titik hidup dengan masa depan, kamu hanya dapat menghubungkan titik kehidupan dengan masa lalu. Jadi, kamu harus titik hidup pasti akan terhubung di kemudian hari. Kamu harus yakin dengan sesuatu, baik itu nasib, takdir, hidup, karma atau semisalnya. Pendekatan ini tidak pernah dapat membuatku terpuruk, dan itu telah membuat perbedaan yang jelas dalam hidupku). Kita menjalani hidup dengan membuat keputusan-keputusan dan langkah-langkah hidup, dan tentunya memiliki dampak yang manis maupun pahit. Kita tidak dapat memastikan akibat dan manfaat satu langkah hidup yang kita ambil di masa depan. Namun, hal tersebut akan nampak jelas ketika pada satu masa, kita mendapatkan manfaat dari keputusan-keputusan dan langkah-langkah yang sudah kita ambil di masa lalu. Keputusan-keputusan dan langkah-langkah itulah yang merupakan titik-titik hidup yang akan saling terhubung satu dengan yang lainnya. Titik-titik hidup tersebut akan menjadi jelas terlihat hubungannya ketika kita memetik buah manis di masa depan, sebagai akibat investasi-investasi kebaikan yang kita tanam di masa-masa sebelumnya. Ibarat peribahasa yang sudah mafhum bagi kita, siapa berbuat dia yang memetik hasilnya. Dengan demikian, menjadi sebuah keniscayaan bagi kita untuk mengisi hidup dengan hal-hal positif dan meningkatkan terus kompetensi untuk investasi di masa depan.

Love and Loss (Cinta dan Kehilangan)

Steve Jobs bersama dengan Steve Wozniak telah bekerja keras untuk membesarkan Apple Computer. Setelah sepuluh tahun mengembangkan perusahaan tersebut, Apple Computer telah benar-benar menjadi perusahaan besar yang memiliki omset miliaran dolar amerika dan ribuan pekerja. Tepat pada saat usianya 30 tahun, Steve Jobs dipecat dari Apple Computer. Cukup aneh kan? Bagaimana seseorang founder perusahaan dapat dipecat dari perusahaan yang didirikannya? Itulah yang dialami Steve Jobs dan menjadi titik yang tragis dalam hidupnya.

Bulan demi bulan pun berlalu, dan Steve bergelimang dalam keterpurukan, sampai akhirnya dia bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce yang membantu untuk bangkit. Dipecat dari Apple Computer merupakan cobaan berat dan merasa kehilangan sesuatu yang berharga. Namun, pelan-pelan dia mendapatkan satu hal yang positif, dia masih mencintai pekerjaannya. Steve memutuskan untuk bangkit dari keterpurukan. Dia mendirikan perusahaan animasi Pixar dan NeXT. Pixar kemudian menjadi perusahaan yang membuat film animasi digital pertama didunia dalam film Toy’s Story. Sedangkan NeXT seiring berjalannya waktu, di kemudian hari diakuisisi oleh Apple Computer dan menjadi jantung dari perusahaan komputer tersebut. Steve pun kembali bergabung dengan Apple Computer.

Nasehat Steve pada cerita yang kedua ini adalah, “Sometimes life hits you in the head with a brick. Don't lose faith. I'm convinced that the only thing that kept me going was that I loved what I did. You've got to find what you love. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven't found it yet, keep looking. Don't settle. So keep looking until you find it” (Suatu waktu hidup menghempasmu dengan cobaan yang berat. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya sangat yakin bahwa satu-satunya hal yang dapat membuat saya terus dapat berjalan dalam hidup adalah bahwa saya mencintai apa yang saya kerjakan. Kamu harus menemukan apa yang kamu cintai. Tugasmu adalah mengisi bagian yang besar dalam hidupmu, dan satu-satunya jalan untuk mendapatkan kepuasan adalah melakukan apa yang kamu percayai merupakan kerja yang luar biasa. Dan satu-satunya jalan untuk melakukan kerja yang luar biasa adalah dengan mencintai apa yang kamu lakukan. Jika kamu belum menemukannya, terus cari, jangan diam. Teruslah mencari sampai kamu menemukannya!).

Dalam hidup kita akan mengalami pasang surut kehidupan, manis pahit, baik buruk, disukai dan tidak disukai. Semuanya merupakan cerita hidup yang pasti dialami setiap orang. Ketika anda terpuruk, jangan patah semangat dan berusahalah untuk bangkit. Untuk tetap semangat dan bangkit dari keterpurukan, kita harus terus melakukan apa yang kita cintai untuk dilakukan. Hal tersebut bisa kita dapat dari hoby, inspirasi dari orang lain, pekerjaan, dan sebagainya. Jika kita belum menemukannya, teruslah mencari, jangan diam dan terus mencari. Hal tersebut akan membantu kita untuk dapat mencetak prestasi-prestasi besar dalam kehidupan.

The Death (Kematian)

Cerita ketiga Steve merupakan penggalan kisah hidupnya ketika dia didiagnosa menderita kangker pankreas. Dokter pun memvonis jika Steve tidak akan hidup lebih dari 3 bulan. Sangat ironis memang, ketika seorang pasien justru mendapat kabar buruk akan potensi kematian akibat penyakitnya. Steve pun disarankan untuk istirahat di rumah dan pasrah akan keadaannya. Namun dia tidak patah arang, dia terus bersemangat dan berusaha untuk sembuh. Serangkaian terapi dan pengobatan pun dilakukan dengan motivasi untuk sembuh dari penyakitnya. Dan sampai dengan saat dia menyampaikan pidatonya di tahun 2005, dia masih hidup dan berkarya.

Nasehatnya dalam penggalan cerita yang ketiga ini, “... death is the destination we all share. No one has ever escaped it. It is Life's change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away. Your time is limited, so don't waste it living someone else's life. Don't let the noise of others' opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. Everything else is secondary (Kematian adalah tujuan terakhir kita semua. Tidak ada satu orang pun yang dapat lari darinya. Kematian merupakan agen perubah kehidupan. Sangat jelas jika yang lama diganti dengan yang baru. Mungkin sekarang adalah masa anda, tapi anda kan perlahan-lahan menjadi urang dan diganti. Waktumu terbatas, jadi jangan buang waktumu dengan hidup pada cara hidup orang lain. Jangan biarkan pendapat-pendapat orang lain menjatuhkan suara hatimu. Dan yang paling penting, beranikan dirimu untuk mengikuti kata hati dan intuisimu. Yang lain adalah pertimbangan kedua).

Kematian adalah sesuatu yang pasti dialami semua makhluk hidup. Manusia pun pasti akan mati, walaupun sebagian diantaranya ingin hidup seribu tahun lagi. Ada yang berumur panjang dan mengisinya dengan perbuatan-perbuatan baik. Ada pula yang panjang umurnya, namun diisi dengan perbuatan-perbuatan yang buruk. Sebagian ada yang berumur pendek, namun penuh dengan perbuatan-perbuatan baik. Demikian pula sebaliknya. Maka pilihan ada di tangan kita, dengan modal usia yang diberikan Allah, kita gunakan untuk hal-hal positif dan membuat prestasi-prestasi besar, ataukah kita mengisinya dengan perbuatan-perbuatan buruk dan sia-sia. Sekali lagi, pilihan ada di tangan kita.

Waktu kita sangat terbatas di dunia ini. Sesuatu yang baru akan menjadi lama dan segera diganti dengan sesuatu lainnya. Pada saat ini mungkin kita berada pada posisi yang baik, terkenal, kaya, atau memiliki jabatan yang tinggi. Namun, semua itu  berangsur-angsur akan berganti. Posisi yang baik akan menjadi kurang baik, yang terkenal menjadi kurang terkenal, yang kaya menjadi biasa-biasa saja, dan jabatan pun suatu saat akan kita tinggalkan. Kita wariskan semuanya itu kepada generasi baru yang akan menggantikan kita. Jadi, jangan sia-siakan waktu kita yang terbatas. Jangan hiraukan pendapat orang akan langkah-langkah hidup kita. Dengarkan kata hati, intuisi dan peganglah teguh prinsip hidup dalam mengarungi kehidupan. Teruslah berjalan untuk meraih pencapaian-pencapaian dan mencetak prestasi-prestasi yang besar dalam hidup.

Stay Hungry, Stay Foolish! (Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh!)

Tetaplah Lapar, tetaplah bodoh! Tetaplah menjadi pribadi yang merasa lapar akan pencapaian-pencapaian dan prestasi-prestasi besar. Jadilah pribadi yang kreatif dan inovatif dalam melakukan terobosan dan perubahan! Tetaplah menjadi pribadi yang merasa bodoh sehingga terus mencari ilmu dan mengamalkannya. Jadilah pribadi yang rendah hati dan menuntut ilmu bahkan sampai akhir hayat! Ingatlah bahwa langkah-langkah yang kita ambil merupakan titik-titik hidup yang saling berhubungan! Ingatlah bahwa sesuatu yang sangat kita cintai pada suatu waktu akan hilang dalam genggaman kita, maka jangan patah arang dan terus bersemangat untuk meraihnya kembali! Dan terakhir, ingatlah bahwa waktu kita di dunia ini terbatas! Stay Hungry, Stay Foolish! Tetaplah lapar, tetaplah bodoh! (infodok/Nk14/080116)

Link Terkait